Kamis, 27 Maret 2014


CARA MEMBEDAKAN CUCAK IJO BETINA DAN JANTAN

Yang masih trotolan dan dewasa memang agak susah, buat para penggemar senior pasti akan dengan gampang membedakanya karena sudah tau karakteristik burung ini, tapi buat para pemula pasti sangat sulit bahkan tidak tahu cara membedakan jenis kelamin cucak ijo ini

Cara Membedakan Cucak Ijo Jantan Dan Betina Anakan / Trotolan

Mengingat harga anakan cucak ijo trotolan bayuwangi yang mencapai 1,5 jutaan, pastinya kita tidak mau mendapatkan trotolan yang betina untuk kita pelihara, nah untuk bisa membedakan bakalan cucak ijo jantan dan betina silahkan baca artikel ini

Ciri cucak ijo jantan dewasa, pada dagu dan tenggorokan berwarna hitam, sedangkan ciri cucak ijo betina dewasa pada dagu dan tenggorokan berwarna hijau.

Cucak hijau trotolan umur 2-4 bulan, memiliki bentuk fisik jantan dan betina hampir sama,Warna bulu jantan dan betina sama yakni Hijau muda. selain itu juga warna di bawah paruh sampai leher berwarna kuning.

Berikut ini beberapa cara membedakan cucak ijo Jantan dan betina yang masih anakan
  • Ciri trotolan cucak ijo jantan, Apabila masih dibawah 4 bulan Cucak ijo jantan memiliki warna kuning untuk alis yang melingkar di kedua di matanya. Sedangankan untuk cucak ijo betina alis matanya berwarna putih.

  • Warna paruh bagian bawah untuk cucak ijo jantan berwarna coklat tua, sedang untuk cuck ijo betina berwarna putih. Beda cucak ijo anakan jantan dan betina dilihat dari bagian luar kerongkongan.

  • Apabila Trotolan sudah berumur di atas 4-6 bulan, maka betina akan berwarna kuning di bagian leher, kemudian akan berubah menjadi warna putih kehijauan. Sedangkan jantan, warna kuningnya akan dipenuhi trotol-trotol hitam. Pada dua bulan berikutnya, warna hitam itu akan tampak lebih jelas pada bagian leher/bawah paruh. Seiring dengan bertambnya umur, warnua hitam di leher bawah, akan terus menutup sampai di bawah matanya.
Demikian beberapa cara membedakan cucak ijo jantan dan betian yang masih trotolan dan juga yang dewasa, semoga artikel ini bermanfaat buat anda semua. 
Sumber : http://zighe.blogspot.com/2013/10/cara-membedakan-cucak-ijo-jantan-dan.html

Selasa, 18 Maret 2014

CUCAK IJO







Meskipun nama umum adalah cucak hijau atau cucak ijo, namun jenis burung kicau ini bukanlah keluarga merbah atau cucak-cucakan. Burung cucak hijau sama sekali bukan satu suku dengan cucakrowo atau cucak jawa misalnya.
Yang biasa kita sebut cucak hijau ini memiliki nama ilmiah Chloropsis sonnerati. Dia adalah burung cica-daun besar dengan seluruh badan dominan dengan warna hijau. Chloropsis sonnerati termasuk ke dalam suku Chloropseidae, berkerabat dekat dengan burung cipoh (Aegithina spp.). Dalam bahasa Inggris burung ini dikenal sebagai Greater Green Leafbird.
Jenis-jenis cica-daun juga dikenal dengan sebutan umum burung daun, atau murai daun.
Bertubuh sedang, dengan panjang tubuh total (diukur dari ujung paruh hingga ujung ekor) sekitar 22 cm.
Seperti umumnya cica-daun, seluruh tubuh didominasi warna hijau terang (hijau daun), termasuk sayap dan ekor; sementara pipi dan tenggorokan burung jantan berwarna hitam berkilau.
Perbedaan dengan cica-daun yang lain adalah adanya warna (noktah) biru pada bahu burung jantan. Burung betina dengan tenggorokan kuning dan lingkaran mata kuning. Kedua jenis kelamin memiliki sepasang setrip malar biru berkilau di sisi dagunya.
Iris mata berwarna coklat gelap, paruh tebal hitam, dan kaki abu-abu kebiruan.
Jenis burung kicau ini kadang bersikap agresif terhadap jenis lain yang berukuran lebih kecil. Saat berkicau, cica-daun besar akan menundukkan kepala. Makanannya adalah aneka serangga dan buah-buahan hutan.

Senin, 17 Maret 2014

REMETUK LAUT (GERYGONE SULPHUREA)

Remetuk laut atau Gerygone sulphurea – Berukuran kecil, kekang putih, perut kuning
Remetuk laut atau Gerygone sulphurea (Inggris Golden-bellied Gerygone; Melayu Cekup Perepat), berukuran sangat kecil (9 cm). Perut kuning, kekang putih khas.Tubuh bagian atas coklat keabu-abuan, dagu dan tenggorokan putih, tubuh bagian bawah kuning terang, ekor sebaris berbintik putih sebelum ujungnya.
Remaja: tubuh bagian bawah putih, tersapu kuning.
Iris coklat, paruh hitam, kaki hijau-zaitun tua. Suara: Siulan yang sulit ditebak asalnya, tiga sampai lima nada tengah bergetar, mengalun dan nada ke nada dalam variasi frase menurun.
Penyebaran global: Filipina, Sulawesi, Semenanjung Malaysia dan Sunda Besar. Penyebaran lokal dan status: Di Suniatera (termasuk P. Enggano dan Bangka), Kalimantan (termasuk Kep. Marutua), Jawa (termasuk Karimunjawa) dan Bali, umumnya terdapat di beberapa tempat, sampai ketinggian 1.500 m.
Kebiasaan: Sering mengunjungi semak-seniak tepi pantai, hutan mangrove, perkebunan karet, dan hutan terbuka, terutama rumpun bambu dan cemara. Hidup sendirian atau berpasangan. Kecil dan tidak mencolok, tetapi dapat diidentifikasi dan nyanyiannya yang merdu.

Sumber : http://omkicau.com/2012/07/24/deskripsi-lengkap-semua-burung-suku-pengicau-suku-silviidae/2/